Social Icons

Lupa Diri

Blog ini sedang dalam perbaikan

Saya senang fotografi tapi tidak punya alatnya. Seseorang dengan atribut dan kemampuannya sering menjadikan lupa diri. Satu di antara kemampuan fotografi, ketika orang dijuluki dengan julukan fotografer menjadikan orang yang bersangkutan lupa diri. Kehidupan diera teknologi, peran fotografi sangat diminati masyarakat. Anda juga bisa jadi fotografer, dengan menggunakan berbagai peralatan foto seperti kamera Hp, android, digital foto dll., dapat menjadikan sebuah foto yang bagus, tanpa harus membeli kamera mahal.

Sumber gambar: TEKNO Photography
Dengan peralatan sederhana, Anda juga bisa. Dunia fotografi tidak hanya disukai untuk mereka yang hobi dengan peralatan yang mahal dengan julukan fotografer. Ketika seorang fotografer menghasilkan foto kurang bagus, beberapa kemungkinan kebiasaan buruk fotografer yang masih dilakukan. Dikutip dari Savaseva, setidaknya ada enam kebiasaan buruk yang menghadang seseorang menjadi seorang fotografer yang handal, sehingga lupa diri.

Belajar dari keburukan dan kesalahan dan jangan pernah puas meskipun itu karya sendiri.

  1. Menyalahkan kamera atau lensa jika hasil foto kurang bagus
    Tidak jarang seorang fotografer yang menyalahkan lensa atau kamera jika hasil jepretan kurang bagus, pada kenyataannya, kemampuannya memang baru segitu.
  2. Lebih suka dengan hal yang lama
    Kebiasaan buruk fotografer selanjutnya yaitu tidak adanya kemauan untuk belajar hal yang baru. Beberapa orang ada yang menggemari fotografi hingga bertahun-tahun, sayangnya karena dirinya tidak mau belajar hal baru, dirinya stuck pada foto ‘standar’ bagus.
    Ilmu fotografi sangatlah dan terus berubah setiap waktu, sehingga belajar hal yang baru bukanlah sebuah kesalahan.
  3. Pemikiran bahwa foto yang bagus pasti Editan
    Mungkin Anda sering menemukan di forum fotografi komentar yang berbunyi, “Ini diedit pake apa ya?”, “Kok bagus? Editnya jago nie”.
    Entah itu mengejek atau benar-benar ingin tahu, namun setiap foto pastinya tidak lepas dari editan. Ketika memotret dengan format file RAW, pasti harus masuk ke editing software terlebih dahulu.
    Namun, perlu diketahui bahwa foto yang bagus, memang dari awal sudah bagus. Ini termasuk komposisi pencahayaan, teknik, dan beragam faktor lainnya. Begitu pula sebaliknya
  4. Enggan bergabung dengan komunitas
    Setiap orang mempunyai alasan sendiri ketika menolak ajakan bergabung di sebuah komunitas. Namun, yang harus diingat, bergabung di komunitas fotografi adalah salah cara mengasah kemampuan.
    Kebiasaan buruk fotografer ini sebisa mungkin harus dihindari. Berbagi pengalaman bersama sesama fotografer tentang teknik, peralatan dan masalah akan membuat Anda semakin handal.
    Jika didaerah sekitar Anda komunitas Fotografi masih belum ada, cobalah bergabung dengan komunitas fotografi online. Semakin cepatnya perkembangan era digital membuat komunikasi semakin mudah.
  5. Pamer Gear meski tak bisa memanfaatkan secara maksimal
    Ada juga beberapa orang yang senang pamer menenteng kamera berikut perlengkapannya, namun kenyataannya jarang sekali memotret.
  6. Tidak Fokus
    Fotografi merupakan ilmu yang luas, sehingga adakalanya harus menjatuhkan diri pada satu pilihan bidang fotografi.
    Beberapa orang mungkin begitu suka memotret musiman, sehingga tidak fokus pada satu genre. Kebiasaan buruk fotografer ini harus dihilangkan. Untuk menentukan Anda masuk kategori yang mana, bisa dilihat dari koleksi foto selama ini.

Perbanyak mencoba dan belajar terus, jangan pernah berhenti.

Sumber bacaan dan copas dari : 
https://www.itoday.co.id/tekno/hindari-6-kebiasaan-buruk-ini-untuk-jadi-fotografer-handal


 

Follow by Email

 
Blogger Templates